Ini Alasan Pemimpin Milenial Harus Jadi “Active Listener”

 

Makin hari, zaman terus berubah. Kita sebagai manusia dituntut untuk mengikuti segala bentuk perubahan yang ada. Apalagi saat ini teknologi sudah sedemikian berkembang. Adanya berbagai macam aplikasi dalam smartphone dan teknologi artificial intelligent, seperti robot pintar memang sangat membantu, tapi tanpa disadari juga mengancam eksistensi manusia itu sendiri.

Continue reading “Ini Alasan Pemimpin Milenial Harus Jadi “Active Listener””

Mengenal Saweri Sampetoding, Pebisnis Kuliner Sukses yang Bermimpi Sediakan 1.000 Toilet & Hydrant

saweri-sampetodingCaleg NasDem DPRD DKI Jakarta Dapil 1 Jakarta Pusat

Nama uniknya cukup popular di kalangan para pebisnis kuliner di Jakarta, berkat sepak-terjangnya sebagai ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Pusat di bidang makanan dan minuman. Saweri Sampetoding, berhasil memimpin organisasi independen non partisan para pengusaha muda tersebut sejak tahun 2014.

Petualangan bisnis kuliner Saweri dimulai pada tahun 2003. Berbekal passion, niat kuat, ilmu, dan wawasan yang ia reguk dari pekerjaan sebelumnya di bagian pengolahan permen pada perusahaan multinasional Orangtua Group, pria kelahiran Jakarta, 28 September 1979 ini membuka sebuah cafe bernama “Oh La La” di gedung perkantoran Danamon Building Square, yang saat ini dikenal dengan Sampoerna Square Building, Jakarta.

Saat ini, lulusan Teknik Industri dari Universitas Trisakti, Jakarta, ini memiliki restoran 24 jam “Djakarta Café” yang berlokasi di kawasan sarinah dan perkantoran Graha Mandiri di area Bundaran HI, “Yakitate Bakery” yang memiliki 4 cabang, “Djakarta Food Street” yang merupakan warung tenda pinggir jalan dengan konsep modern, dan booth minuman “Esteboo” yang sudah menelurkan 6 cabang.

Sejumlah penghargaan di bidang bisnis kuliner pun mampu ia sabet, di antaranya adalah “Best Underrated 24 Hours Joint” untuk cafe “Oh La La” (yang kini bernama “Djakarta Café”) dan “Best Midnight Meals” dari GoFood untuk “Djakarta Café” pada tahun 2016.

Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Sejak awal memulai usaha dan terus berlangsung dari waktu ke waktu, Saweri selalu tekun mempelajari banyak hal, dimulai dari supplier, masyarakat, dan yang paling menyita perhatiannya adalah mempelajari pasar karena harus mengetahui dengan pasti jenis kuliner dan inovasi apa yang cocok. Selalu dilakukan trial and error.

Menurutnya, sifat dari wirausaha adalah membangun sesuatu. Selain membangun kesejahteraan untuk diri sendiri, kita juga membangun prospek atau kesempatan untuk kesejahteraan orang lain. Hal ini bisa diwujudkannya melalui pembukaan lapangan kerja yang lebih banyak dari usaha yang dibangunnya. Ia selalu ingin menciptakan konsep bisnis yang menjadi fasilitas untuk semua orang.

Kunci sukses lainnya adalah bagaimana Saweri menyikapi para kompetitor dan tingkat persaingan dalam usahanya. Saweri menganggap kompetitor bukan pesaing, melainkan justru sebagai pemain lain yang saling melengkapi, dan menjadi peluang untuk bagaimana kita bisa mencari pasar yang lain. Di situ seninya. Saweri sadar bahwa kondisi itu ia dituntut untuk selalu mempertajam skill dan update informasi dari berbagai sumber.

Saweri juga mendapat dukungan dan dorongan dari pihak keluarga. Latar belakang bisnis yang kuat dari keluarganya tentu mempunyai andil besar terhadap kesuksesannya. Ayahnya, Siner Reysen Sampetoding, adalah salah satu pengusaha konsesi hutan pertama di Indonesia. Sementara ibunya, Nur Hani Sampetoding, adalah pengusaha di bidang F&B dan merupakan pelopor usaha donut di Indonesia, yang telah membuka gerai “American’s Donuts” di beberapa lokasi di Jakarta. Sedangkan kakeknya, Jacob Sampetoding, adalah pemilik PT Perto, yaitu perusahaan tambang nikel, yang sekarang menjadi PT Aneka Tambang, Tbk.

Memasuki usia kepala empat, membuat Saweri semakin matang, bijak, dan peka sisi sosialnya. Sejak lama ia menginginkan tersedianya akses yang mudah dan cepat bagi semua orang untuk buang air kecil dan besar saat berada di tempat umum di keramaian. Ia juga kerap prihatin dengan adanya kasus kebakaran di mana-mana. Untuk itulah ia memimpikan bisa membangun 1.000 toilet dan 1.000 hydrant di tempat umum. Saweri yakin, mimpi mulianya tersebut dapat ia wujudkan suatu saat nanti.