Keterlibatan Anak Muda Sangat Dibutuhkan Dalam Politik Milenial

Pada tahun politik ini, suara dari generasi milenial sangat diperhitungkan. Sebab, pada pemilu 2019 ini jumlahnya tercatat sangat signifikan. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), diperkirakan pemilih yang berusia 17 – 35 tahun mencapai 80 juta dari total 193 juta pemilih, atau sekitar 40%. Tak heran jika keberadaannya kerap disebut menjadi kunci kemenangan sekaligus bakal menentukan arah politik bangsa Indonesia ke depan.

Besarnya kuantitas pemilih dari kalangan muda sudah disadari oleh banyak calon politisi yang mengajukan diri sebagai anggota dewan. Karenanya, kaum milenial menjadi sasaran emas bagi mereka. Hal ini pun didukung oleh kondisi pemuda yang mudah sekali dipengaruhi dengan keberpihakan.

Ini menjadi salah satu hal penting saat pelaksanaan pemilu, perebutan kekuasaan dapat melahirkan persaudaraan atau malah menimbulkan permusuhan antar pendukung. Meskipun hal tersebut sangat mudah sekali terjadi, tetap diharapkan pemilu ini menjadi pesta demokrasi yang prosedural, cerdas, santun dan beradab.

Generasi muda kerap kali dianggap sebagai kelompok masyarakat yang paling tidak peduli dengan urusan politik. Tingkat kepercayaan mereka terhadap para politisi juga sangat rendah, serta sinis terhadap lembaga politik dan pemerintahan. Namun karena peran generasi muda sebagai pemilih dengan sumbangsih terhadap hasil pemilihan yang cukup besar, mereka diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum pada April 2019 nanti. Memberikan suara dan ikut andil dalam pemantauan pemilu adalah salah satu bentuk partisipasi politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *