Ini Alasan Pemimpin Milenial Harus Jadi “Active Listener”

 

Makin hari, zaman terus berubah. Kita sebagai manusia dituntut untuk mengikuti segala bentuk perubahan yang ada. Apalagi saat ini teknologi sudah sedemikian berkembang. Adanya berbagai macam aplikasi dalam smartphone dan teknologi artificial intelligent, seperti robot pintar memang sangat membantu, tapi tanpa disadari juga mengancam eksistensi manusia itu sendiri.

Sikap malas, ingin serba instan, manja, egois, dan cenderung bersikap antisosial adalah beberapa stigma negatif dari generasi milenial. Karena usianya yang sudah menginjak usia kerja, tak heran jika banyak perusahaan maupun instansi pemerintah yang mulai merangkul dan berfokus pada kinerja generasi milenial ini. Oleh karena itu, sangat butuh karakter pemimpin yang mampu mereduksi sikap negatif tersebut.

Saya sendiri sangat menyoroti sikap milenial yang cenderung antisosial. Lalu, bagaimana mereka dapat mengungkapkan aspirasi dan buah pikirannya?

Generasi Y ini tumbuh beriringan dengan hadirnya media sosial yang membuat mereka kecanduan untuk diperhatikan. Bahkan hal ini tak hanya dialami oleh generasi milenial saja, tapi juga generasi sebelumnya. Mereka tak ragu untuk menyampaikan segala aspirasi serta menuangkan kekesalan atau kritik terhadap pemerintah dalam media sosialnya.

Karena itu, pemimpin pemerintah di era milenial harus bisa menjadi pendengar aktif dan observer yang baik, apalagi jika mayoritas masyarakatnya adalah kaum milenial. Mereka akan sangat menghargai jika diberi kesempatan untuk berbicara, berekspresi, dan segala idenya didukung oleh pemerintah. Untuk menjadi observer dan active listener, salah satu caranya adalah dengan melakukan pendekatan melalui media sosial yang sering mereka akses seperti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Sebentar lagi masyarakat Indonesia akan menggelar pesta demokrasi. Para calon pemimpin pemerintah sudah mulai marak berkampanye dan menyuarakan visi misi mereka. Inilah waktunya memilih pemimpin yang dapat menjadi “jembatan” serta mendukung segala aspirasi dan ide-ide khususnya dari generasi milenial. Ayo pilih pemimpin muda yang berkarya, membangun, dan bekerja nyata untuk bangsa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *