Generasi Milenial, Pastikan Pilih Pemimpin dengan Karakter ini!

 

Tak terasa pesta demokrasi rakyat Indonesia akan digelar sebentar lagi, tepatnya pada April 2019 nanti. Ini adalah saat yang tepat untuk memilih pemimpin yang berkarakter dan bekerja nyata untuk membangun bangsa.

Zaman terus berubah, begitu pula dengan kepemimpinan. Karakter seorang pemimpin yang diperlukan saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Hal ini juga diperkuat oleh data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) 2018, yang menyatakan bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk yang didominasi oleh kaum muda, yaitu sebesar 90 juta jiwa (berusia 20-34 tahun). Hal ini tentunya akan berpengaruh pada karakter pemimpin yang akan dipilihnya nanti.

Untuk menjadi pemimpin zaman now, setidaknya calon pemimpin tersebut harus memiliki beberapa kriteria berikut ini.

Pertama, harus memiliki digital mindset. Pemimpin di zaman milenial harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membuat proses kerja lebih efisien dan efektif. Hal ini juga tak lepas dari kebiasaan masyarakat yang menjadikan media sosial sebagai sarana untuk berekspresi menyalurkan kritik dan saran saat ini. Melalui perantara digital, pemimpin dapat menjadi observer sekaligus pendengar aktif untuk mengetahui apa saja yang masyarakat butuhkan.

Selanjutnya, pemimpin juga harus open minded, cerdas melihat peluang, cepat dalam beradaptasi, dan sigap dalam memfasilitasi perubahan. Ini merupakan karakter pemimpin Agile. Dunia berubah dengan cepat, untuk itu diperlukan ketangkasan, kecepatan, kekuatan dan keberanian dari seorang pemimpin untuk melakukan perbaikan bahkan tidak segan melakukan perubahan yang mendasar.

Ketiga, pemimpin milenial harus inclusive karena perbedaan cara pandang antar individu yang semakin komplek. Perbedaan ini disebabkan oleh banyaknya informasi yang makin mudah diakses oleh siapapun sehingga membentuk pola pikir berbeda. Jadi, pemerintah yang inclusive diharapkan dapat menghargai setiap pendapat dan menggunakannya untuk merubah daerah kepemimpinannya agar lebih maju.

Dan yang terakhir adalah mindset pantang menyerah. Apalagi untuk memimpin kaum milenial yang lekat dengan sikap malas, manja, dan cenderung antisosial. Namun dibalik itu, mereka juga sangat ambisius, lebih kritis, kreatif, serta cepat tanggap terhadap hal-hal baru, seperti dunia politik. Inilah tantangan yang harus dihadapi para pemimpin milenial. Karenanya, wajib memiliki sikap positive thinking dan semangat tinggi untuk mencapai tujuannya.

Jadi, jangan sampai salah pilih ya! Pastikan memilih calon pemimpin zaman now yang memiliki karakter digital mindset, agile, inclusive dan pantang menyerah untuk mewujudkan aspirasi warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *